Tampilkan postingan dengan label School Events. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label School Events. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 November 2012

Tahun Baru di Ponpes Sumatera Thawalib

1 komentar

Sabtu, 17 November 2012, bertepatan dengan tanggal 3 Muharram 1434 H, Ponpes Sumatera Thawalib Parabek mengadakan acara peringatan tahun baru Hijriah. Acara yang bertemakan Muhasabah diri untuk menghadapi tahun baru Hijriah ini diadakan di Masjid Jami’ Parabek.  Acara ini diadakan pada jam ke-5 hingga jam ke-7 dengan dipimpin oleh Ustz. Debi Santia Putri selaku pembawa acara.
Kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam ini dibuka dengan pembacaan ayat Alquran oleh Salsabila Azzahra (I-6). Sebelum masuk ke inti acara, Ustz. Ilham memberikan sedikit penjelasan dari acara yang akan dilangsungkan. Diantaranya, Ust. Ilham menyinggung bahwa peringatan tahun baru ala santri berbeda dengan tahun baru yang diadakan masyarakat muda-mudi secara umum. Selain itu, Ust. Ilham juga menyinggung tentang penderitaan rakyat Palestina yang berada dalam keadaan duka dengan gempuran dari Israel.
Read more...

Aksi Solidaritas Palestina

1 komentar


Untuk pertamakalinya, Ponpes Sumatera Thawalib mengadakan Aksi Sosial Solidaritas Palestina. Mengikuti konflik Palestina yang tidak kunjung usai, justru memanas di minggu-minggu terakhir, Pimpinan Pondok mempunyai inisiatif untuk mengadakan acara ini. Setelah dibentuk panitia, acara ini dipersiapkan dan berjalan dengan sukses pada hari Minggu, 25 November 2012.
Read more...
Minggu, 11 November 2012

Daging Qurban Didistribusi pada Masyarakat

0 komentar

Pada bulan Qurban kali ini, MST Parabek kembali mengadakan qurban. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya qurban kambing, kali ini MST Parabek melaksanakan qurban sapi. Dari dua ekor sapi yang disembelih, satu ekor dikonsumsi oleh santri MST Parabek sendiri, sementara satu ekor lainnya didistribusikan ke masyarakat.
Setelah kedua ekor sapi disembelih dan diproses selama beberapa jam, daging sapi tersebut telah siap untuk didistribusi. Satu ekor yang akan dikonsumsi langsung dibawa ke dapur umum untuk dimasak, sementara satu ekor lainnya diserahkan kepada beberapa santri aliyah untuk dipotong-potong. Setelah makan siang bersama, beberapa orang guru bersama perwakilan IPST bertolak ke Malalak untuk mendistribusikan daging qurban tersebut.
Pemilihan sasaran distribusi ke Malalak bukan tanpa alasan. Pertimbangan utama mencari sasaran distribusi adalah apabila tempat tersebut tidak mendapatkan distribusi qurban yang layak. Seperti tahun lalu, daging qurban didistribusikan ke wilayah desa tempat Ustz. Hendrianti tinggal. Pada tahun ini, sebenarnya ada beberapa wilayah yang menjadi calon sasaran distribusi, seperti di Malalak, di Sungai Buluah Palembayan, hingga di wilayah Alahan Panjang.  Jika berpikir idealis, sebenarnya ada wilayah yang lebih layak untuk mendapatkan daging qurban, seperti di Pasaman Barat atau di wilayah Natal Mandailiang. Akan tetapi, karena pertimbangan efektifitas dan kesanggupan Ponpes untuk mengantar daging, maka dipilihlah Jorong Malanca di Malalak sebagai sasarannya, tepatnya di Masjid/TPA Nurul Huda.
Lebih kurang ada 160-an kantong daging yang didistribusikan. Yang berangkat ke lokasi adalah Ust. Taufik Hidayat, Ust. Abizar, Ust. Nurzen, Ust. Fadhli, serta satu perwakilah IPST yaitu Arif Rahman Hakim. Sekitar pukul 13.30 mereka berangkat dengan mobil Ambulan Ponpes, dan sampai kembali di Ponpes ketika azan Ashar.  “Kami hanya menyerahkan kepada pengurus masjid, lalu penguruslah yang bertanggungjawab menyampaikannya kepada warga.” ungkap Ust. Fadhli yang kami temui di Kantor Asrama. [HFZ]
Read more...
Minggu, 28 Oktober 2012

Guru Pun Masih Harus Belajar

0 komentar


“Bukankah Rasulullah saw mengajarkan untuk belajar dari ayunan hingga ke liang lahat? Tidak ada alasan untuk tidak belajar. Meski formalnya tugas seorang guru adalah untuk mengajar, tapi bukan berarti guru tidak belajar. Seperti itulah di Ponpes Sumatera Thawalib Parabek”


Perpustakaan menjadi kelas Bahasa untuk guru-guru Ponpes Sumatera Thawalib Parabek semenjak 3 tahun terakhir. Hal ini diupayakan untuk memaksimalkan penggunaan bahasa asing di kelas.
“Cuma belajar, dan tidak ada ujian. Just to make them speak.” jelas Ust. Erinal yang merupakan salah satu pengajar untuk bidang bahasa Inggris. Guru-guru dikelompokkan menjadi dua kategori, guru-guru umum, dan guru-guru bidang studi agama. Untuk guru-guru bidang studi umum, Ust. Erinal menjadi pengajar bahasa Inggris, sementara Ust. Syafrizal mengampu bahasa Arab. Sementara untuk guru-guru bidang studi agama, Ust. Zakiar mengampu bahasa Inggris, dan Ust. Ahmad Mubarak untuk bahasa Arab.
Problem utama yang harus diselesaikan adalah waktu. Pada akhirnya, kegiatan ini dilaksanakan di sore hari. Selain itu, kegiatan ini juga diadakan pada jam KBM, dengan catatan peserta yang ikut adalah guru yang sedang tidak ada jadwal mengajar.
Program ini hanya untuk guru-guru selain guru bahasa. Sejauh ini, Pihak Ponpes Sumatera Thawalib belum pernah mendatangkan guru dari luar. Manfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan kita.
Sementara di lain tempat, pihak pondok juga mengadakan pembelajaran guru-guru mengenai wawasan keislaman. Kali ini, Ust. Ilham langsung menjadi fasilitator. Kegiatan ini diadakan setiap hari Rabu dan Kamis pada jam pertama. Guru-guru dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok dibagi untuk ikut pada hari Rabu atau Kamis. Sejauh ini, problem yang muncul adalah banyak guru yang mempunyai jadwal mengajar pada pagi Rabu dan Kamis itu.
Ada dua hal yang harus diperhatikan dari kedua program ini. Pertama, menjadi guru bukan berarti tidak belajar. Guru pun butuh terus dan terus belajar. Bukankah Nabi mengajarkan untuk menuntut ilmu hingga akhir hayat? Kedua, jika guru-guru masih semangat belajar, semestinya siswa harus lebih semangat lagi. Karena, pada dasarnya, guru-guru belajar dalam rangka memperkaya dan menunjang efektifitas pembelajaran bagi siswa. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak belajar.
Selain kedua program tersebut, sebenarnya masih ada satu program belajar guru lagi, yaitu program pendalaman dan pengayaan untuk bidang kitab kuning. Akan tetapi, sejauh ini masih belum terlihat realisasinya. Mudah-mudahan beberapa saat lagi akan kita lihat bersama.[HFZH]

Read more...
Sabtu, 27 Oktober 2012

Upacara Pertama: Kurang Khidmat

0 komentar

Selama ini, upacara bendera dilakukan sebagai perwujudan nasionalisme. Namun, upacara bendera pertama yang dilakukan di lapangan sekolah oleh seluruh siswa Sumatera Thawalib Parabek terasa kurang hikmat. Upacara yang dilaksanakan pada hari Senin, 10 September 2012 itu terasa kurang hikmat dikarenakan keributan sebagian murid yang saling berbicara, sehingga  murid lainnya kurang mendengar pembina upacara yang memberikan pengarahan.
Bukan hanya itu, seperti yang dikatakan oleh Ust. Nurdin selaku pembina upacara, kesiapan yang belum matang dari para siswa dalam hal baris-berbaris yang kurang teratur. Selain itu, kondisi lapangan yang tidak mendukung juga menghambat kehikmatan upacara. Genangan air hujan membuat beberapa bagian halaman becek.
Oleh sebab itu, ke depannya, sebagai warga negara yang baik, kita harus menjalani upacara bendera sebagai ungkapan penghormatan kepada para pahlawan dan wujud rasa nasionalisme yang tinggi.[Aisyah Wahyuni]

Read more...

Halalbihalal 2012

0 komentar

Sehubungan dengan telah berlalunya hari raya Idul Fitri, persatuan alumni Sumatera Thawalib Parabek melaksanakan acara Halalbihalal di kampus Ponpes Sumatera Thawalib Parabek, pada hari Minggu, 9 September 2012.
Acara Halalbihalal ini dilaksanakan untuk tetap menjaga silaturahmi para alumni semua angkatan. “Tidak ada tujuan khusus, memang Cuma untuk kumpul-kumpul dan silaturrahmi setiap angkatan,” jelas Ust. Ilham, selaku sekretaris alumni.
Selain itu, temu ramah kemarin juga untuk mendata kehadiran alumni yang bisa ditunjuk sebagai perwakilan bagi setiap angkatan. Hal ini bisa menjadi gerbang untuk membuka pintu kritik dan saran dari organisasi alumni yang konstruktif bagi sekolah,” lanjut Ustaz yang sekaligus menjabat sebagai Pimpinan Pondok ini.
Untuk ke depannya, acara Halalbihalal yang merangkap sebagai reuini ini akan rutin dilaksanakan setiap tahun. Dalam acara yang turut dihadiri oleh Dr. Zaim Rais, selaku ketua alumni, Dr. Ismail Novel, selaku Ketua 1, dan Ibu Susi Moeis selaku Pimpinan Yayasan, terdapat beberapa kekurangan. Diantaranya adalah kurangnya antusiasme dari alumni, termasuk alumni yang aktif di lingkungan Ponpes Sumatera Thawalib.
Sebagai acara yang akan diadakan setiap tahun, diharapkan antusiasme alumni terus meningkat, dan usaha untuk mengumpulkan alumni juga ditingkatkan, dan dibuat semenarik mungkin. [Dian Alfira]

Read more...
 
aLBayan © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here